Sumber Belajar


Leave a comment

KONSEP PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

Kurikulum 2013 pada Sekolah Dasar (SD) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan danpengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan.

Organisasi kompetensi dasar dilakukan melalui pendekatan terintegrasi. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang mengintegrasikan konten mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas I, II, dan III ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.

Peserta didik tidak diharapkan belajar konsep dasar secara parsial. namun pembelajarannya harus memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia. Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari IPA dan IPS yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.

Guru masih mengalami kendala mengajar dengan pendekatan  pembelajaran tematik.  Kurikulum sebelumnya yaitu KTSP konsep pembelajaran tematik hanya diterapkan pada kelas bawah yaitu kelas 1-3. Oleh karena itu guru kelas 4 kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik karena minimnya media yang menyajikan materi tentang pembelajaran tematik secara lengkap. Konsep rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran tematik adalah sebagai berikut:

 

 

Judul :Multimedia Presentasi Pembelajaran Tematik
Tema : Berbagai Pekerjaan,  (dipih satu  sub tema)
Audiens : Siswa SD kelas IV
Durasi : 15 menit/pertemuan
Gambar : menggunakan format file .jpg dan .gif dari internet dan dibuat sendiri
Audio : music dan lagu anak-anak
Video : menggunakan video format flv, mpeg dibuat  sendiri maupun dari internet atau sumber lain.
Animasi : menggunakan animasi dibuat sendiri menggunakan swishmax, internet maupun sumber lain.
Menggunakan Interaktif

 

 

Software

: Terdapat pilihan menu yang saling terkait antara menu satu dengan yang lainnya

: Powerpoint dan atau SwishMax

 

 


Leave a comment

COMPUTER-BASED TEACHING; SUPPORTING TEACHING AND LEARNING PROCESS USING CD INTERACTIVE IN ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL

Abstract

Although students have studied English for years, they have not been able to use English communicatively. This is caused – one of them – by the lack of using teaching media and the disability of the teachers to use it. This paper is a “succes story” about succesfull of CD interactive as learning media. By in large, this study was underpinned by theory of media in teaching, computer based instruction and communicative language learning. In conducting the investigation, Research and Development (R&D) approach coined by Borg and Gall (1979) was applied. From this study it was found that (1) the process of English teaching-learning carried out in each Islamic Junior High School at Lombok Barat Regency was characterized by the use of traditional approach in which the teachers as the central of the process. (2) the teaching media which developed in this study was a 45 minutes Compact Disc (CD) of interactive teaching media, and (3) that CD interactive teaching media was found to be significant in increasing students’ communicative competence. It is recommended to (a) interrelated department to design such regulation which encourage the developing and taking the advantages of using of interactive teaching media, and (b) teachers to use and develop this media based on their needs to teach English more interesting and communicatively.

Key words: communicative, interactive, English


Leave a comment

HE HOLISTIC LEARNING PLUS: MODEL PEMBELAJARAN UNTUK ABAD INFORMASI

 

ABSTRAK

Manusia yang lahir dilengkapi dengan berbagai potensi tidak pernah terpisah dari lingkungan dan masyarakatnya. Di dalam proses perkembangan dan pertumbuhannya dia selalu belajar sehingga disebut sebagai pembelajar. Namun demikian ketika menjalani proses itu dia sering kali diperlakukan secara partial oleh sistem pendidikan yang menggunakan pendekatan pembelajaran yang hanya menekankan proses internal atau proses eksternal saja. Pendekatan pembelajaran itu tidak dapat lagi membekali manusia  dalam menghadapi tantangan abad informasi. Untuk itu dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang holistik yang diperkaya dengan pembelajaran yang dapat memampukan pembelajar menguasai teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Melalui sebuah kajian pustaka perihal tersebut dikaji pada tulisan ini.


Leave a comment

Media Dan Sumber Belajar

A . PENGERTIAN MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

• Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “
medium” yang secara harfiah berarti “perantara” atau “pengantar”, yakni perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Media pembelajaran bisa dikatakan sebagai alat yang bisa merangsang siswa untuk supaya terjadi proses belajar. Sanjaya (2008) menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi perangkat keras yang dapat mengantarkan pesan dan perangkat lunak yang mengandung pesan. Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, tapi juga hal-hal lain yang memungkinkan siswa memeroleh pengetahuan. Media bukan hanya berupa TV, radio, computer, tapi juga meliputi manusia sebagai sumber belajar, atau kegiatan seperti diskusi, seminar simulasi, dan sebagainya. Dengan demikian media pembelajaran dapat disimpulkan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa. Continue reading